Sunday, July 30, 2017

Pengenalan Jaringan Komputer

Pengenalan Jaringan Komputer

Pembahasan:
  • Definisi Jaringan Komputer
  •  Sejarah Jaringan Komputer
  •  Jaringan Komputer dan Sistem Terdistribusi
  •  Kegunaan Jaringan Komputer
  •  Masalah Sosial Jaringan Komputer
  • Jenis-jenis jaringan komputer
  •  Pemanfaatan Jaringan Komputer untuk Bisnis
Definisi Jaringan Komputer
1.  Jaringan computer adalah Hubungan (interkoneksi) antara 2 atau lebih komputer yang autonomous dengan menggunakan media transmisi kabel (wire) atau tanpa kabel (wireless).
2.  Interkoneksi adalah Apabila omputer-komputer tersebut dapat saling bertukar data atau informasi.
3.  Autonomous adalah Apabila sebuah komputer tidak melakukan kontrol terhadap komputer lain dengan Akses penuh.
4.  Node adalah Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan.

Sejarah Jaringan Komputer
·     1940an
Sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken menghasilkan konsep (Batch Processing) dimana beberapa proses dapat dikerjakan tanpa banyak membuang waktu kosong, sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.
·     1950an
Ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time  Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer.
·     1970an
Mulailah digunakan konsep sistem  terdistribusi (Distributed System). Dalam proses ini beberapa  host  komputer  mengerjakan  sebuah  pekerjaan  besar  secara  paralel  untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer.

Perbedaan Jaringan Komputer dan Sistem Terdistribusi
JARINGAN KOMPUTER
SISTEM TERDISTRIBUSI
Komputer yang terhubung merupakan gabungan yang terdiri dari beberapa workstation atau juga gabungan komputer server dan client.
Komputer yang terhubung terdiri dari host (komputer utama) dan termnal-terminal (komputer yang terhubung dengan komputer host).
Beberapa komputer terhubung agar dapat sharing, namun tiap pekerjaan ditangani sendiri-sendiri oleh komputer yang meminta dan diminta layanan.
Beberapa host komputer terhubung agar dapat mengerjakan sebuah atau beberapa pekerjaan besar secara bersama.
Server hanya melayani permintaan sesuai antrian yang sudah diatur oleh sistem.
Host melayani beberapa terminal dan melakukan proses berdasarkan input dari terminal-terminal tersebut.
Kualitas komunikasi data dipengaruhi oleh media transmisi yang digunakan.
Kualitas komunikasi data dipengaruhi oleh sistem.
Lamanya suatu proses dipengaruhi oleh spesifikasi hardware masing-masing station yang meminta layanan.
Lamanya suatu proses tergantung sistem operasi yang akan memilik prosesor komputer mana yang akan digunakan.
Pengguna dapat mengetahui proses yang sedang berlangsung (di komputer station atau di server).
Pengguna tidak dapat mengetahui proses yang sedang berlangsung.
Metode komunikasi antarkomputer dengan model Peer to Peer atau Client Server.

Metode komunikasi antarkomputer tersentralisasi (terpusat pada komputer utama/host).
Masing-masing node/workstation (Peer to Peer) tidak membutuhkan komputer server untuk menangani seluruh pekerjaan.
Masing-masing terminal membutuhkan host untuk dapat aktif melakukan pekerjaan dan berkomunikasi dengan yang lainnya.
Antarnode bisa saling bertukar file/resource yang dimiliki, sesuai keinginan/permission yang diatu pemilik komputer.
Antarterminal tidak dapat saling bertukar file/resource tanpa campur tangan host.

Spesifikasi hardware server tidak harus lebih baik dari hardware client.
Spesifikasi hardware host harus lebih baik dari hardware terminal.
Pengguna harus “login” pada server jika ingin memanfaatkan resource yang dimiliki oleh server.
Pengguna tidak perlu melakukan pekerjaan karena semua proses dilakukan oleh sistem secara otomatis.

Kegunaan Jaringan Komputer
1.  Bagi Perusahaan/Organisasi
  • Resource sharing
  • Reliabilitas Tinggi
  • Lebih ekonomis
  • Skalabilitas
  • Media komunikasi
2.  Bagi Masyarakat Umum
  • Komunikasi orang ke orang
  • Akses Informasi
  • Hiburan yang interaktif
3.  Bagi Perusahaan/Organisasi
Bertujuan agar seluruh program, peralatan, khususnya data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan tanpa terpengaruh oleh lokasi resource dan pemakai.
Jadi resource sharing adalah suatu usaha untuk menghilangkan kendala jarak. Bagi Perusahaan/Organisasi
Resource sharing
  •  Pemanfaatan printer/hardware
  •  Pemanfaatan koneksi internet
  •  Pemanfaatan pertukaran data/storage

Reliabilitas Tinggi
Adanya sumber-sumber alternatif  pengganti jika terjadi masalah pada salah satu perangkat dalam jaringan. Artinya karena perangkat yang digunakan lebih dari satu jika salah satu perangkat mengalami masalah, maka perangkat yang lain dapat menggantikannya.Lebih Ekonomis
Komputer yang kecil memiliki rasio harga/kinerja yang lebih baik dibanding dengan komputer besar. Komputer mainframe memiliki kecepatan kurang lebih sepuluh kali lipat kecepatan komputer pribadi, akan tetapi harga mainframe seribu kali lebih mahal. Dengan selisih rasio harga/kinerja yang cukup besar ini menyebabkan perancang sistem  memilih membangun sistem yang terdiri dari komputer-komputer pribadi dibanding menggunakan mainframe.
Skalibilitas
Kemampuan untuk meningkatkan kinerja sistem secara berangsur-angsur sesuai dengan beban pekerjaan dengan hanya menambahkan sejumlah prosesor. Pada komputer mainframe yang tersentralisasi, jika sistem sudah jenuh, maka komputer harus diganti dengan komputer yang mempunyai kemampuan lebih besar. Hal ini membutuhkan biaya yang sangat besar dan dapat menyebabkan gangguan terhadap kontinyuitas kerja para pemakai.
Media Komunikasi
Sebuah jaringan komputer mampu bertindak sebagai media komunikasi  yang baik bagi para pegawai yang terpisah jauh. Dengan menggunakan jaringan, dua orang atau lebih yang tinggal berjauhan akan lebih mudah bekerja sama dalam menyusun laporan.
4.  Bagi Masyarakat Umum
Akses Informasi
Ada bermacam-macam bentuk akes ke infomasi jarak jauh yang dapat dilakukan, terutama setelah berkembangnya teknologi internet , berita-berita di koran sekarang dapat di download ke komputer kita melalui internet, dan tidak hanya itu sekarang kita dapat melakukan pemesanan suatu produk melalui internet, bisnis yang dikenal dengan istilah electronic commerce (e-commerce),  ini sekarang sedang berkembang dengan pesat .
Komunikasi Orang ke Orang
Dengan menggunakan internet kita juga dapat melakukan komunikasi orang ke orang, fasilitas electronic mail (e-mail) telah dipakai secara meluas oleh jutaan orang. Komunikasi menggunakan e-mail ini masih mengandung delay atau waktu tunda. Video conference atau pertemuan maya merupakan teknologi yang memungkinkan terjadinya komunikasi jarak jauh tanpa delay. Pertemuan maya ini dapat pula digunakan untuk keperluan sekolah jarak jauh, memperoleh hasil pemeriksaan medis seorang dokter yang berada di tempat yang jauh, dan sejumlah aplikasi lainnya.
Hiburan yang Interaktif
Video on demand merupakan daya tarik ketiga dari jaringan komputer bagi orang per orang dimana kita dapat memilih film  atau acara televisi dari negara mana saja dan kemudian ditampilkan di layar monitor kita.

Jenis-jenis Jaringan Komputer
1.  Jaringan Komputer Menurut Fungsinya
  •      Peer to Peer (Point to Point)

Jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada 3 komputer (kita beri nama host 1, host 2 dan host 3) yang memberi hak akses terhadap file yang dimilikinya.
  •     Client Server

Jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya adalah sebuah domain seperti www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer web server. Atau bisa juga banyak service/ layanan yang diberikan oleh satu komputer.
Kelebihan
  • Mendukung keamanan jaringan yang lebih baik
  • Kemudahan administrasi ketika jaringan bertambah besar
  • Manajemen jaringan terpusat
  • Semua data bisa disimpan terpusat disatu lokasi

Kekurangan
  • Butuh administrator jaringan yang profesional
  •  Butuh perangkat yang bagus untuk digunakan sebagai server
  •  Butuh software khusus untuk mempermudah manajemen jaringan
  • Anggaran untuk manajemen jaringan jadi besar
  • Jika server mengalami gangguan, semua data dan resource di server tidak bisa diakses


Metode Algoritma DES

DES ( Data Encryption Standard)

DES (Data Encryption Standard) adalah algoritma cipher blok yang populer karena dijadikan standard algoritma enkripsi kunci-simetri, meskipun saat ini standard tersebut telah digantikan dengan algoritma yang baru, AES, karena DES sudah dianggap tidak aman lagi. Sebenarnya DES adalah nama standard enkripsi simetri, nama algoritma enkripsinya sendiri adalah DEA (Data Encryption Algorithm), namun nama DES lebih populer daripada DEA. Algoritma DES dikembangkan di IBM dibawah kepemimpinan W.L. Tuchman pada tahun 1972. Algoritma ini didasarkan pada algoritma Lucifer yang dibuat oleh Horst Feistel. Algoritma ini telah disetujui oleh National Bureau of Standard (NBS) setelah penilaian kekuatannya oleh National Security Agency (NSA) Amerika Serikat.
DES termasuk ke dalam sistem kriptografi simetri dan tergolong jenis cipher blok. DES beroperasi pada ukuran blok 64 bit. DES mengenkripsikan 64 bit plainteks menjadi 64 bit cipherteks dengan menggunakan 56 bit kunci internal (internal key) atau upa-kunci (subkey). Kunci internal dibangkitkan dari kunci eksternal (external key) yang panjangnya 64 bit.





Gambar 6.1 Skema global algoritma DES
Skema global dari algoritma DES adalah sebagai berikut (lihat Gambar 6.1):
1. Blok plainteks dipermutasi dengan matriks permutasi awal (initial permutation atau IP).
2. Hasil permutasi awal kemudian di-enciphering- sebanyak 16 kaH (16 putaran). Setiap putaran menggunakan kunci internal yang berbeda.
3. Hasil enciphering kemudian dipermutasi dengan matriks permutasi balikan (invers initial permutation atau IP-1 ) menjadi blok cipherteks.
Di dalam proses enciphering, blok plainteks terbagi menjadi dua bagian, kiri (L) dan kanan R), yang masing-masing panjangnya 32 bit. Kedua bagian ini masuk ke dalam 16 putaran DES. Pada setiap putaran i, blok R merupakan masukan untuk fungsi transformasi yang ;isebut f. Pada fungsi f, blok R dikombinasikan dengan kunci internal K,. Keluaran dai =angsi f di-XOR-kan dengan blok L untuk mendapatkan blok R yang baru. Sedangkan blok - yang baru langsung diambil dari blok R sebelumnya. Ini adalah satu putaran DES. Secara watematis, satu putaran DES dinyatakan sebagai
Li=Ri-1 (6.1)
R i=L i-1 f(Ri-1, K i) (6.2)
Gambar 6.3 memperlihatkan skema algoritma DES yang lebih rinci. Satu putaran DES merupakan model jaringan Feistel (lihat Gambar 6.2). Perlu dicatat dari Gambar 6.2 bahwa ika (L,6, R,6) merupakan keluaran dari putaran ke-16, maka (R,6, L,s) merupakan pra­:ipherteks (pre-ciphertext) dari enciphering ini. Cipherteks yang sebenarnya diperoleh dengan melakukan permutasi awal balikan, IP-1, terhadap blok pra-cipherteks.

Gambar 6.2. Jaringan Feistel untuk satu putaran DES

Gambar 6.3 Algoritma Enkripsi dengan DES Permutasi Awal
Sebelum putaran pertama, terhadap blok plainteks dilakukan permutasi awal (initial-permutation atau IP). Tujuan permutasi awal adalah mengacak plainteks sehingga urutan bit-bit di dalamnya berubah. Pengacakan dilakukan dengan menggunakan matriks permutasi awal berikut ini:

Cara membaca tabel/matriks: dua entry ujung kiri atas (58 dan 50) artinya:
"pindahkan bit ke-58 ke posisi bit 1"
"pindahkan bit ke-50 ke posisi bit 2", dst
Pembangkitan Kunci Internal
Karena ada 16 putaran, maka dibutuhkan kunci internal sebanyak 16 buah, yaitu K,, Kz, ...,K16. Kunci-kunci internal ini dapat dibangkitkan sebelum proses enkripsi atau bersamaan dengan proses enkripsi. Kunci internal dibangkitkan dari kunci eksternal yang diberikan oleh pengguna. Kunci eksternal panjangnya 64 bit atau 8 karakter.
Misalkan kunci eksternal yang tersusun dari 64 bit adalah K. Kunci eksternal ini menjadi masukan untuk permutasi dengan menggunakan matriks permutasi kompresi PC- 1 sebagai berikut:
Dalam permutasi ini, tiap bit kedelapan (parity bit) dari delapan byte kunci diabaikan. Hasil 7-ermutasinya adalah sepanjang 56 bit, sehingga dapat dikatakan panjang kunci DES adalah 56 bit. Selanjutnya, 56 bit ini dibagi menjadi 2 bagian, kiri dan kanan, yang masing-masing nanjangnya 28 bit, yang masing-masing disimpan di dalam Co dan DO:
CO: berisi bit-bit dari K pada posisi
57, 49, 41, 33, 25, 17, 9, 1, 58, 50, 42, 34, 26, 18
10, 2, 59, 51, 43, 35, 27, 19, 11, 3, 60, 52, 44, 36
Do: berisi bit-bit dari K pada posisi
63, 55, 47, 39, 31, 23, 15, 7, 62, 54, 46, 38, 30, 22
14, 6, 61, 53, 45, 37, 29, 21, 13, 5, 28, 20, 12, 4
Selanjutnya, kedua bagian digeser ke kiri (left shift) sepanjang satu atau dua bit bergantung pada tiap putaran.

Cara mendaftar Google Adsense

Cara mendaftar Google Adsense

      Google Adsense adalah suatu program penghasil uang di internet yang paling populer baik di dunia maupun di Amerika, akan tetapi sangat disayangkan, ternyata cukup banyak orang Indonesia yang tidak tahu cara membuat akun Adsense. Tetapi cara membuat akun Adsense sebetulnya cukup mudah, Anda hanya membutuhkan sebuah website/blog yang sudah berisi cukup banyak (30 - 50 halaman) konten berkualitas, original dan bisa bermanfaat bagi orang lain.

Selain itu website atau blog Anda juga harus memiliki penampilan atau desain yang profesional dan indah dilihat. Website/blog harus memiliki informasi yang jelas seperti informasi halaman Tentang website (About), kontak yang bisa dihubungi misalkan alamat email atau No.telepon (Contact), serta Privacy Policy (anda bisa mencari contohnya privacy policy di internet).

Selain itu website/blog yang akan didaftarkan ke Google Adsense harus sudah memiliki trafik pengunjung.

Berikut dibawah ini langkah cara mendaftar akun Adsense: 
  • Pastikan Anda sudah memiliki akun Gmail, jika belum silahkan buat dulu di www.gmail.com


Setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini:



Pilih “Use email_anda@gmail.com”.

Kemudian akan muncul tampilan seperti gambar berikut ini:




Lalu isi dengan alamat website atau blog Anda. Kemudian untuk bahasa pilihlah sesuai dengan bahasa konten situs Anda, jika konten Anda ditulis dalam bahasa Indonesia maka pilih Indonesian, jika bahasa inggris maka pilihlah english.

Kemudian checklist dan klik "Continue".
  • Setelah klik contonue, maka Anda akan melihat kolom isian yang harus Anda isi. Isilah kolom registrasi yang ada sesuai dengan data diri Anda yang sebenarnya seperti nama lengkap Anda, negara, alamat rumah, nomer telepon, dll. Informasi tersebut akan digunakan Google untuk pembayaran komisi Adsense nantinya, jadi jangan sampe salah tulis. 

Jika sudah lalu klik "Submit".

Pada tahap ini Anda sudah selesai mendaftar Adsense, namun belum diterima karena aplikasi Anda akan di review oleh pihak Google terlebih dahulu dan harus menunggu hingga beberapa jam atau beberapa hari. Nantinya Anda akan mendapatkan email dari Google jika aplikasi pendaftaran Anda diterima atau ditolak.

Seandainya pendaftaran Adsense Anda diterima jangan lupa untuk memperhatikan peraturan Google Adsense seperti:
  • Tidak boleh mengklik iklan Adsense milik Anda sendiri 
  • Tidak boleh meminta/menyuruh orang lain untuk mengklik iklan Adsense yang ada pada website/blog Anda.
  • Tidak boleh memasang Adsense pada konten ilegal seperti konten dewasa dan konten berhak cipta milik orang lain (copyrighted content). 
  • Tidak boleh memiliki akun Adsense lebih dari satu.
Demikian cara mendaftar google adsense, semoga bermanfaat. :)

Metode Algoritma AES

AES (Advanced Encryption Standard)      


      Advanced Encryption Standard (AES) merupakan standar enkripsi dengan kunci-simetris yang diadopsi oleh pemerintah Amerika Serikat. Standar ini terdiri atas 3 blok cipher, yaitu AES-128, AES-192 and AES-256, yang diadopsi dari koleksi yang lebih besar yang awalnya diterbitkan sebagai Rijndael. Masing-masing cipher memiliki ukuran 128-bit, dengan ukuran kunci masing-masing 128, 192, dan 256 bit. AES telah dianalisis secara luas dan sekarang digunakan di seluruh dunia, seperti halnya dengan pendahulunya, Data Encryption Standard (DES).

      AES diumumkan oleh Institut Nasional Standar dan Teknologi (NIST) sebagai Standar Pemrosesan Informasi Federal (FIPS) publikasi 197 (FIPS 197) pada tanggal 26 November 2001 setelah proses standardisasi selama 5 tahun, di mana ada 15 desain enkripsi yang disajikan dan dievaluasi, sebelum Rijndael terpilih sebagai yang paling cocok. AES efektif menjadi standar pemerintah Federal pada tanggal 26 Mei 2002 setelah persetujuan dari Menteri Perdagangan. AES tersedia dalam berbagai paket enkripsi yang berbeda. AES merupakan standar yang pertama yang dapat diakses publik dan sandi-terbuka yang disetujui oleh NSA untuk informasi rahasia.

      Rijndael dikembangkan oleh dua kriptografer Belgia, Joan Daemen dan Vincent Rijmen, dan diajukan oleh mereka untuk proses seleksi AES. Rijndael (diucapkan [rɛinda ː l]) adalah permainan kata dari kedua nama penemu.



Contoh Enkripsi Pesan :


·    Pesan : BUDIDARM A

·    Kunci : ABCDEFGH I

M aka langkah-langkahnya sep erti di bawah ini :

·    Plainteks 1(B) 20(U) 3(D)  8(I) 3(D) 0(A) 17(R) 12(M ) 0(A)

·    Kunci     0(A)   1(B) 2(C) 3(D) 4(E) 5(F)    6(G)   7(H)   8(I)

·    -------------------------------------------------------------------------- +

·    Hasil mod  26 1 21 5 11 7 5 23 19 8

·    Chiperteks B V F L H F X T I

Jadi Chip erteks y ang di hasilkan y aitu : BVFLHFXT I Deskrip si p esan, perhatikan langkah di bawah ini :
·    Chiperteks 1(B) 21(V) 5(F) 11(L) 7(H) 5(F) 23(X) 19(T ) 8(I)

·    Kunci       0(A)    1(B) 2(C)   3(D) 4(E) 5(F)    6(G)  7(H) 8(I)

·    ---------------------------------------------------------------------------- -

·    Hasil mod 26 1 20 3 8 3 0 17 12 0

·    Plainteks B U D I D A R M A

Jadi Plainteks y aitu : BUDIDARM A

Algoritma RC4

Sejarah RC4

Algoritma kriptografi Rivest Code 4 (RC4) merupakan salah satu algoritma kunci simetris dibuat oleh RSA Data Security Inc (RSADSI) yang berbentuk stream chipper. Algoritma ini ditemukan pada tahun 1987 oleh Ronald Rivest dan menjadi simbol keamanan RSA(merupakan singkatan dari tiga nama penemu: Rivest Shamir Adleman). RC4 merupakan enkripsi stream simetrik proprietaryyang dibuat oleh RSA Data Security Inc (RSADSI). Penyebarannya diawali dari sebuah source code yang diyakini sebagai RC4 dan dipublikasikan secara 'anonymously' pada tahun 1994. Algoritma yang dipublikasikan ini sangat identik dengan implementasi RC4 pada produk resmi. RC4 digunakan secara luas pada beberapa aplikasi dan umumnya dinyatakan sangat aman. Sampai saat ini diketahui tidak ada yang dapat memecahkan/membongkarnya, hanya saja versi ekspor 40 bitnya dapat dibongkar dengan cara "brute force" (mencoba semua kunci yang mungkin). RC4 tidak dipatenkan oleh RSADSI, hanya saja tidak diperdagangkan secara bebas (trade secret). RC4 adalah salah satu bentuk stream cipher yang banyak digunakan pada protokol-protokol enkripsi, antara lain WEP, WPA, dan SSL/TSL.RC4 merupakan salah satu jenis stream cipher, yaitu memproses unit atau input data, pesan atau informasi pada satu saat. Unit atau data pada umumnya sebuah byte atau bahkan kadang kadang bit (byte dalam hal RC4). Dengan cara ini enkripsi atau dekripsi dapat dilaksanakan pada panjang yang variabel. Algoritma ini tidak harus menunggu sejumlah input data, pesan atau informasi tertentu sebelum diproses, atau menambahkan byte tambahan untuk mengenkrip. Contoh stream cipheradalah RC4, Seal, A5, Oryx, dan lain-lain. Tipe lainnya adalah block cipher yang memproses sekaligus sejumlah tertentu data (biasanya 64 bit atau 128 bit blok), contohnya : Blowfish, DES, Gost, Idea, RC5, Safer, Square, Twofish, RC6, Loki97, dan lain-lain.

Deskripsi Kerja Algoritma RC4
Algoritma RC4 menggunakan dua buah S-Box yaitu array sepanjang 256 yang berisi permutasi dari bilangan 0 sampai 255, dan S-Box kedua, yang berisi permutasi merupakan fungsi dari kunci dengan panjang yang variable. RC4 membangkitkan aliran bit pseudorandom (keystream ). Seperti halnya stream cipher, ini dapat digunakan untuk enkripsi dengan menggabungkan plaintextmenggunakan XOR , dekripsi dilakukan dengan cara yang sama (karena eksklusif-atau adalah operasisimetris). Mirip dengan cipher Vernam kecuali bahwa bit pseudorandom yang dihasilkan, bukan aliran disiapkan, yang digunakan Untuk menghasilkan keystream, cipher menggunakan suatu keadaan internal rahasia yang terdiri dari dua bagian:

    1.  Sebuah permutasi dari semua 256 byte mungkin (dilambangkan "S" di bawah).
    2.  Dua 8-bit indeks-pointer (dilambangkan "i" dan "j").
Permutasi diinisialisasi dengan kunci panjang variabel, biasanya antara 40 dan 256 bit, menggunakan algoritma key-scheduling (KSA). Selanjutnya, aliran bit yang dihasilkan dengan menggunakan algoritma pseudo-acak generasi (PRGA).
Lebih spesifiknya, RC4 beroperasi dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1) Melakukan inisialisasi nilai S
Cara kerja algoritma RC4 yaitu inisialisasi SBox pertama, S[0],S[1],...,S[255], dengan bilangan 0 sampai 255. Pertama isi secara berurutan S[0] = 0, S[1] =1,...,S[255] = 255. Kenudian inisialisasi array lain (S-Box lain), misal array K dengan panjang 256. Isi array K dengan kunci yang diulangi sampai seluruh array K[0], K[1],...,K[255] terisi seluruhnya. Proses inisialisasi S-Box (Array S), Secara pseudocode, langkah ini dapat dituliskan sebagai berikut :
for i from 0 to 255
    S[i] := i
endfor
j := 0
for i from 0 to 255
    j := (j + S[i] + key[i mod keylength]) mod 256
    swap values of S[i] and S[j]
endfor
2) Pencarian nilai keystream (k)
Pencarian nilai keystream dilakukan dengan melakukan pertukaran lagi antar elemen S, tetapi salah satu nilai S kemudian disimpan pada k yang kemudian digunakan sebagai keystream. Lebih jelasnya dapat dilihat pada pseudocode dibawah ini
i := 0
j := 0
while GeneratingOutput:
    i := (i + 1) mod 256
    j := (j + S[i]) mod 256
    swap values of S[i] and S[j]
    K := S[(S[i] + S[j]) mod 256]
    output K
endwhile
nilai k inilah yang kemudian digunakan sebagai keystream.

3) Operasi XOR k dengan plaintext
nilai k yang sudah didapatkan dari langkah di atas kemudian dimasukkan dalam operasi XOR dengan plaintext yang ada, dengan sebelumnya pesan dipotong-potong terlebih dahulu menjadi byte-byte. Setelah operasi ini dilakukan, langkah 1) kembali dilakukan untuk mendapatkan indeks baru dari setiap elemen S.
Kelemahan Algoritma RC4
            Salah satu kelemahan dari RC4 adalah terlalu tingginya kemungkinan terjadi tabel S-box yang sama, hal ini terjadi karena kunci user diulang-ulang untuk mengisi 256 bytes, sehingga 'aaaa' dan 'aaaaa' akan menghasilkan permutasi yang sama. Untuk mengatasi ini maka pada implementasinya nanti kita menggunakan hasil hash 160 bit SHA dari password kita untuk mencegah hal ini terjadi. Kekurangan lainnya ialah karena enkripsi RC4 adalah XOR antara data bytes dan pseudo-random byte stream yang dihasilkan dari kunci, maka penyerang akan mungkin untuk menentukan beberapa byte pesan orisinal dengan meng-XOR dua set cipher byte, bila beberapa dari pesan input diketahui (atau mudah untuk ditebak). Untuk mengatasinya pada aplikasinya kita menggunakan initialization vector (IV) yang berbeda-beda untuk setiap data, sehingga bahkan untuk file yang sama akan dihasilkan ciphertext yang berbeda. IV ini tidak perlu dirahasikan karena digunakan hanya agar setiap proses enkripsi akan menghasilkan ciphertext yang berbeda.
Untuk lebih meningkatkan keamanan dari metoda ini dapat juga mengembangkan inisialisasi kunci yang baru yang kita sebut saja inisialisasi SK (strengtened key), pada proses ini kunci user di-expandhingga 260 byte (tetapi kemudian hanya 256 byte saja yang digunakan) dengan menggunakan SHA-1, caranya pertama kunci user dijadikan kunci, kemudian 1-20 byte pertama pada buffer diproses dengan SHA kemudian digestnya diletakan pada 20 byte pertama, kemudian diambil byte 1-40 diproses dengan SHA dan hasilnya diletakan mulai pada byte 20, berikutnya byte 1-60 hasilnya diletakkan pada mulai byte 40, dan seterusnya. Kemudian buffer ini dienkrip dengan RC4, lalu buffer dijadikan kunci kembali, proses terakhir ini diulang sebanyak 16 kali untuk mencoba mencampur dengan baik sehingga dihasilkan kunci yang se-random mungkin.
Untuk lebih jelas tetang proses ini dapat dilihat pada listing. Penggunaan SHA pada proses inisialisasi kunci bukanlah hal yang baru, hal ini dapat dilihat pada proses inisialisasi kunci SEAL misalnya. Penggunaan proses primitif enkripsi pada inisialisasi kunci juga digunakan juga pada Blowfish ataupun Cobra-128. Secara teoritis dengan proses ini akan ekivalen dengan menggunakan kunci sebesar 2048 bit, walaupun penulis sendiri tidak yakin akan hal ini (mungkin pembaca ada yang bisa memberikan tanggapan). Metoda ini tampaknya sedikit lebih rumit dari pada inisialisasi kunci standar, tetapi pada Pentium 133 prosesnya hanya memerlukan waktu kurang sari 10ms saja. Metoda ini walaupun kami anggap lebih kuat, tetapi belum teruji sehingga dalam penerapan aplikasinya terdapat dua pilihan yaitu dengan metoda SK ini atau dengan metoda standar.