Sunday, July 30, 2017

Cara mendaftar Google Adsense

Cara mendaftar Google Adsense

      Google Adsense adalah suatu program penghasil uang di internet yang paling populer baik di dunia maupun di Amerika, akan tetapi sangat disayangkan, ternyata cukup banyak orang Indonesia yang tidak tahu cara membuat akun Adsense. Tetapi cara membuat akun Adsense sebetulnya cukup mudah, Anda hanya membutuhkan sebuah website/blog yang sudah berisi cukup banyak (30 - 50 halaman) konten berkualitas, original dan bisa bermanfaat bagi orang lain.

Selain itu website atau blog Anda juga harus memiliki penampilan atau desain yang profesional dan indah dilihat. Website/blog harus memiliki informasi yang jelas seperti informasi halaman Tentang website (About), kontak yang bisa dihubungi misalkan alamat email atau No.telepon (Contact), serta Privacy Policy (anda bisa mencari contohnya privacy policy di internet).

Selain itu website/blog yang akan didaftarkan ke Google Adsense harus sudah memiliki trafik pengunjung.

Berikut dibawah ini langkah cara mendaftar akun Adsense: 
  • Pastikan Anda sudah memiliki akun Gmail, jika belum silahkan buat dulu di www.gmail.com


Setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini:



Pilih “Use email_anda@gmail.com”.

Kemudian akan muncul tampilan seperti gambar berikut ini:




Lalu isi dengan alamat website atau blog Anda. Kemudian untuk bahasa pilihlah sesuai dengan bahasa konten situs Anda, jika konten Anda ditulis dalam bahasa Indonesia maka pilih Indonesian, jika bahasa inggris maka pilihlah english.

Kemudian checklist dan klik "Continue".
  • Setelah klik contonue, maka Anda akan melihat kolom isian yang harus Anda isi. Isilah kolom registrasi yang ada sesuai dengan data diri Anda yang sebenarnya seperti nama lengkap Anda, negara, alamat rumah, nomer telepon, dll. Informasi tersebut akan digunakan Google untuk pembayaran komisi Adsense nantinya, jadi jangan sampe salah tulis. 

Jika sudah lalu klik "Submit".

Pada tahap ini Anda sudah selesai mendaftar Adsense, namun belum diterima karena aplikasi Anda akan di review oleh pihak Google terlebih dahulu dan harus menunggu hingga beberapa jam atau beberapa hari. Nantinya Anda akan mendapatkan email dari Google jika aplikasi pendaftaran Anda diterima atau ditolak.

Seandainya pendaftaran Adsense Anda diterima jangan lupa untuk memperhatikan peraturan Google Adsense seperti:
  • Tidak boleh mengklik iklan Adsense milik Anda sendiri 
  • Tidak boleh meminta/menyuruh orang lain untuk mengklik iklan Adsense yang ada pada website/blog Anda.
  • Tidak boleh memasang Adsense pada konten ilegal seperti konten dewasa dan konten berhak cipta milik orang lain (copyrighted content). 
  • Tidak boleh memiliki akun Adsense lebih dari satu.
Demikian cara mendaftar google adsense, semoga bermanfaat. :)

Metode Algoritma AES

AES (Advanced Encryption Standard)      


      Advanced Encryption Standard (AES) merupakan standar enkripsi dengan kunci-simetris yang diadopsi oleh pemerintah Amerika Serikat. Standar ini terdiri atas 3 blok cipher, yaitu AES-128, AES-192 and AES-256, yang diadopsi dari koleksi yang lebih besar yang awalnya diterbitkan sebagai Rijndael. Masing-masing cipher memiliki ukuran 128-bit, dengan ukuran kunci masing-masing 128, 192, dan 256 bit. AES telah dianalisis secara luas dan sekarang digunakan di seluruh dunia, seperti halnya dengan pendahulunya, Data Encryption Standard (DES).

      AES diumumkan oleh Institut Nasional Standar dan Teknologi (NIST) sebagai Standar Pemrosesan Informasi Federal (FIPS) publikasi 197 (FIPS 197) pada tanggal 26 November 2001 setelah proses standardisasi selama 5 tahun, di mana ada 15 desain enkripsi yang disajikan dan dievaluasi, sebelum Rijndael terpilih sebagai yang paling cocok. AES efektif menjadi standar pemerintah Federal pada tanggal 26 Mei 2002 setelah persetujuan dari Menteri Perdagangan. AES tersedia dalam berbagai paket enkripsi yang berbeda. AES merupakan standar yang pertama yang dapat diakses publik dan sandi-terbuka yang disetujui oleh NSA untuk informasi rahasia.

      Rijndael dikembangkan oleh dua kriptografer Belgia, Joan Daemen dan Vincent Rijmen, dan diajukan oleh mereka untuk proses seleksi AES. Rijndael (diucapkan [rɛinda ː l]) adalah permainan kata dari kedua nama penemu.



Contoh Enkripsi Pesan :


·    Pesan : BUDIDARM A

·    Kunci : ABCDEFGH I

M aka langkah-langkahnya sep erti di bawah ini :

·    Plainteks 1(B) 20(U) 3(D)  8(I) 3(D) 0(A) 17(R) 12(M ) 0(A)

·    Kunci     0(A)   1(B) 2(C) 3(D) 4(E) 5(F)    6(G)   7(H)   8(I)

·    -------------------------------------------------------------------------- +

·    Hasil mod  26 1 21 5 11 7 5 23 19 8

·    Chiperteks B V F L H F X T I

Jadi Chip erteks y ang di hasilkan y aitu : BVFLHFXT I Deskrip si p esan, perhatikan langkah di bawah ini :
·    Chiperteks 1(B) 21(V) 5(F) 11(L) 7(H) 5(F) 23(X) 19(T ) 8(I)

·    Kunci       0(A)    1(B) 2(C)   3(D) 4(E) 5(F)    6(G)  7(H) 8(I)

·    ---------------------------------------------------------------------------- -

·    Hasil mod 26 1 20 3 8 3 0 17 12 0

·    Plainteks B U D I D A R M A

Jadi Plainteks y aitu : BUDIDARM A

Algoritma RC4

Sejarah RC4

Algoritma kriptografi Rivest Code 4 (RC4) merupakan salah satu algoritma kunci simetris dibuat oleh RSA Data Security Inc (RSADSI) yang berbentuk stream chipper. Algoritma ini ditemukan pada tahun 1987 oleh Ronald Rivest dan menjadi simbol keamanan RSA(merupakan singkatan dari tiga nama penemu: Rivest Shamir Adleman). RC4 merupakan enkripsi stream simetrik proprietaryyang dibuat oleh RSA Data Security Inc (RSADSI). Penyebarannya diawali dari sebuah source code yang diyakini sebagai RC4 dan dipublikasikan secara 'anonymously' pada tahun 1994. Algoritma yang dipublikasikan ini sangat identik dengan implementasi RC4 pada produk resmi. RC4 digunakan secara luas pada beberapa aplikasi dan umumnya dinyatakan sangat aman. Sampai saat ini diketahui tidak ada yang dapat memecahkan/membongkarnya, hanya saja versi ekspor 40 bitnya dapat dibongkar dengan cara "brute force" (mencoba semua kunci yang mungkin). RC4 tidak dipatenkan oleh RSADSI, hanya saja tidak diperdagangkan secara bebas (trade secret). RC4 adalah salah satu bentuk stream cipher yang banyak digunakan pada protokol-protokol enkripsi, antara lain WEP, WPA, dan SSL/TSL.RC4 merupakan salah satu jenis stream cipher, yaitu memproses unit atau input data, pesan atau informasi pada satu saat. Unit atau data pada umumnya sebuah byte atau bahkan kadang kadang bit (byte dalam hal RC4). Dengan cara ini enkripsi atau dekripsi dapat dilaksanakan pada panjang yang variabel. Algoritma ini tidak harus menunggu sejumlah input data, pesan atau informasi tertentu sebelum diproses, atau menambahkan byte tambahan untuk mengenkrip. Contoh stream cipheradalah RC4, Seal, A5, Oryx, dan lain-lain. Tipe lainnya adalah block cipher yang memproses sekaligus sejumlah tertentu data (biasanya 64 bit atau 128 bit blok), contohnya : Blowfish, DES, Gost, Idea, RC5, Safer, Square, Twofish, RC6, Loki97, dan lain-lain.

Deskripsi Kerja Algoritma RC4
Algoritma RC4 menggunakan dua buah S-Box yaitu array sepanjang 256 yang berisi permutasi dari bilangan 0 sampai 255, dan S-Box kedua, yang berisi permutasi merupakan fungsi dari kunci dengan panjang yang variable. RC4 membangkitkan aliran bit pseudorandom (keystream ). Seperti halnya stream cipher, ini dapat digunakan untuk enkripsi dengan menggabungkan plaintextmenggunakan XOR , dekripsi dilakukan dengan cara yang sama (karena eksklusif-atau adalah operasisimetris). Mirip dengan cipher Vernam kecuali bahwa bit pseudorandom yang dihasilkan, bukan aliran disiapkan, yang digunakan Untuk menghasilkan keystream, cipher menggunakan suatu keadaan internal rahasia yang terdiri dari dua bagian:

    1.  Sebuah permutasi dari semua 256 byte mungkin (dilambangkan "S" di bawah).
    2.  Dua 8-bit indeks-pointer (dilambangkan "i" dan "j").
Permutasi diinisialisasi dengan kunci panjang variabel, biasanya antara 40 dan 256 bit, menggunakan algoritma key-scheduling (KSA). Selanjutnya, aliran bit yang dihasilkan dengan menggunakan algoritma pseudo-acak generasi (PRGA).
Lebih spesifiknya, RC4 beroperasi dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1) Melakukan inisialisasi nilai S
Cara kerja algoritma RC4 yaitu inisialisasi SBox pertama, S[0],S[1],...,S[255], dengan bilangan 0 sampai 255. Pertama isi secara berurutan S[0] = 0, S[1] =1,...,S[255] = 255. Kenudian inisialisasi array lain (S-Box lain), misal array K dengan panjang 256. Isi array K dengan kunci yang diulangi sampai seluruh array K[0], K[1],...,K[255] terisi seluruhnya. Proses inisialisasi S-Box (Array S), Secara pseudocode, langkah ini dapat dituliskan sebagai berikut :
for i from 0 to 255
    S[i] := i
endfor
j := 0
for i from 0 to 255
    j := (j + S[i] + key[i mod keylength]) mod 256
    swap values of S[i] and S[j]
endfor
2) Pencarian nilai keystream (k)
Pencarian nilai keystream dilakukan dengan melakukan pertukaran lagi antar elemen S, tetapi salah satu nilai S kemudian disimpan pada k yang kemudian digunakan sebagai keystream. Lebih jelasnya dapat dilihat pada pseudocode dibawah ini
i := 0
j := 0
while GeneratingOutput:
    i := (i + 1) mod 256
    j := (j + S[i]) mod 256
    swap values of S[i] and S[j]
    K := S[(S[i] + S[j]) mod 256]
    output K
endwhile
nilai k inilah yang kemudian digunakan sebagai keystream.

3) Operasi XOR k dengan plaintext
nilai k yang sudah didapatkan dari langkah di atas kemudian dimasukkan dalam operasi XOR dengan plaintext yang ada, dengan sebelumnya pesan dipotong-potong terlebih dahulu menjadi byte-byte. Setelah operasi ini dilakukan, langkah 1) kembali dilakukan untuk mendapatkan indeks baru dari setiap elemen S.
Kelemahan Algoritma RC4
            Salah satu kelemahan dari RC4 adalah terlalu tingginya kemungkinan terjadi tabel S-box yang sama, hal ini terjadi karena kunci user diulang-ulang untuk mengisi 256 bytes, sehingga 'aaaa' dan 'aaaaa' akan menghasilkan permutasi yang sama. Untuk mengatasi ini maka pada implementasinya nanti kita menggunakan hasil hash 160 bit SHA dari password kita untuk mencegah hal ini terjadi. Kekurangan lainnya ialah karena enkripsi RC4 adalah XOR antara data bytes dan pseudo-random byte stream yang dihasilkan dari kunci, maka penyerang akan mungkin untuk menentukan beberapa byte pesan orisinal dengan meng-XOR dua set cipher byte, bila beberapa dari pesan input diketahui (atau mudah untuk ditebak). Untuk mengatasinya pada aplikasinya kita menggunakan initialization vector (IV) yang berbeda-beda untuk setiap data, sehingga bahkan untuk file yang sama akan dihasilkan ciphertext yang berbeda. IV ini tidak perlu dirahasikan karena digunakan hanya agar setiap proses enkripsi akan menghasilkan ciphertext yang berbeda.
Untuk lebih meningkatkan keamanan dari metoda ini dapat juga mengembangkan inisialisasi kunci yang baru yang kita sebut saja inisialisasi SK (strengtened key), pada proses ini kunci user di-expandhingga 260 byte (tetapi kemudian hanya 256 byte saja yang digunakan) dengan menggunakan SHA-1, caranya pertama kunci user dijadikan kunci, kemudian 1-20 byte pertama pada buffer diproses dengan SHA kemudian digestnya diletakan pada 20 byte pertama, kemudian diambil byte 1-40 diproses dengan SHA dan hasilnya diletakan mulai pada byte 20, berikutnya byte 1-60 hasilnya diletakkan pada mulai byte 40, dan seterusnya. Kemudian buffer ini dienkrip dengan RC4, lalu buffer dijadikan kunci kembali, proses terakhir ini diulang sebanyak 16 kali untuk mencoba mencampur dengan baik sehingga dihasilkan kunci yang se-random mungkin.
Untuk lebih jelas tetang proses ini dapat dilihat pada listing. Penggunaan SHA pada proses inisialisasi kunci bukanlah hal yang baru, hal ini dapat dilihat pada proses inisialisasi kunci SEAL misalnya. Penggunaan proses primitif enkripsi pada inisialisasi kunci juga digunakan juga pada Blowfish ataupun Cobra-128. Secara teoritis dengan proses ini akan ekivalen dengan menggunakan kunci sebesar 2048 bit, walaupun penulis sendiri tidak yakin akan hal ini (mungkin pembaca ada yang bisa memberikan tanggapan). Metoda ini tampaknya sedikit lebih rumit dari pada inisialisasi kunci standar, tetapi pada Pentium 133 prosesnya hanya memerlukan waktu kurang sari 10ms saja. Metoda ini walaupun kami anggap lebih kuat, tetapi belum teruji sehingga dalam penerapan aplikasinya terdapat dua pilihan yaitu dengan metoda SK ini atau dengan metoda standar.

Apa itu Kriptografi?





Kali ini saya akan posting artikel yang mengenai pengenalan fungsi kriptografi. Bagi profesional IT tentu bidang ini sangat di perlukan baik itu di kalangan programmer, database administrator, networking dan lainnya.

Kriptografi secara etimologi merupakan ilmu asal usul kata. Kata kriptografi berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Yunani yaitu “kriptos” dan “graphia”.

Kata kriptos digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu yang disembunyikan, rahasia atau misterius. Sedangkan kata graphia berarti tulisan.

Kriptografi didefinisikan juga sebagai ilmu dan pelajaran untuk tulisan rahasia dengan pertimbangan bahwa komunikasi dan data dapat dikodekan untuk mencegah dari mata-mata atau orang lain yang ingin mengetahui isinya, dengan menggunakan kode-kode dan aturan-aturan tertentu dan metode lainnya sehingga hanya orang yang berhak yang dapat mengetahui isi pesan sebenarnya.

Dalam menjaga kerahasiaan data, kriptografi mentransformasikan data jelas (plaintext) ke dalam bentuk data sandi (ciphertext) yang tidak dapat dikenali. Ciphertext inilah yang kemudian dikirimkan oleh pengirim (sender) kepada penerima (receiver). Setelah sampai di penerima, ciphertext tersebut ditranformasikan kembali ke dalam bentuk plaintext agar dapat dikenali.

Dalam arti lain cryptography adalah seni dan ilmu yang mempelajari keamanan sebuah data atau pesan. Dalam dunia kriptografi pesan disebut plaintext atau cleartext. Proses untuk menyamarkan pesan dengan cara sedemikian rupa untuk menyembunyikan isi aslinya disebut enkripsi sedangkan pesan yang telah dienkripsi disebut ciphertext kemudian untuk proses pengembalian sebuah ciphertext ke plaintext disebut dekripsi.




Gambar tersebut merupakan proses dasar enkripsi dan dekripsi yaitu pengirim atau sender menyiapkan pesan asli atau plain text, kemudian plain text tersebut di encrypt menggunakan kunci sehingga plain text tersebut berubah menjadi sebuah data yang tidak diketahui oleh orang lain yang membacanya.

Untuk membalikkan data tersebut ke data aslinya maka dilakukanlah proses decrypt dengan menggunakan kunci, dari proses tersebut maka data aslinya akan bisa dimengerti oleh pihak receiver atau penerima.

Orang yang melakukan kriptografi disebut juga 'cryptographer' atau seseorang yang mempraktekkan ilmu kriptografi sedangkan 'cryptoanalysts' adalah orang yang mempraktekkan kriptoanalisis yaitu seni dan ilmu dalam memecahkan ciphertext. Aturan fundamental kriptografi yaitu seseorang harus mengasumsikan bahwa seorang kriptoanalis menguasai algoritma umum enkripsi yang digunakan.

Dengan kata lain, kriptoanalis mengetahui cara kerja algoritma enkripsi. Jumlah usaha yang diperlukan untuk menemukan, menguji, dan memasang algoritma baru yang selalu berkompromi atau berfikir untuk berkompromi dengan algoritma lama, akan menyebabkan algoritma baru itu menjadi tidak berguna untuk menjaga kerahasiaan.

Sistem kriptografi atau algoritma kriptografi adalah sebuah algoritma kriptografi ditambah semua kemungkinan plaintext, ciphertext dan kunci.

Demikian artikel Apa Kriptografi? semoga bermanfaat bagi yang membutuhkannya.

Merubah ukuran inchi ke cm pada word 2007

Merubah Inchi Ke Centimeter Pada Word 2007

Kesal ketika dalam membuat sebuah laporan praktikum atau tugas harus diketik pada sebuah kertas dengan margin yang telah ditentukan oleh asisten praktikum, misalkan 4, 3, 3, 3 yang artinya 4cm batas kiri, 3cm batas yang lainnya. Ketika kita sebagai praktikan tidak mempedulikan aturan tersebut, maka laporan akan banyak revisi bahkan laporan kita bisa saja tidak diterima. 
Sedangkan pada aplikasi yang kita gunakan pengaturan margin ditentukan dalam satuan inchi, sedangkan kita tidak mengetahui cara mengubah satuan tersebut menjadi centimeter. Berusaha dengan membandingkan inchi dan centimeter adalah cara yang lumayan lama meskipun benar, dan tentunya kita harus selalu mengkonversinya ke dalam centimeter setiap ukuran margin-nya (yang sering digunakan) berubah.
Beginilah dibawah ini adalah cara bagaimana untuk merubah satuan inchi tersebut menjadi centimeter di aplikasi Ms Word Office 2007 :
  • Buka Ms. Word.
  • Masuk ke More Commands dengan cara klik arah panah yang ada di sebelah kanan tombol 'Redo Typing'. Maka anda akan masuk ke window 'Word Options'.
MoreCommands
More Commands
  • Atau anda dapat masuk ke window 'Word Options' malalui tombol 'Office Button' dan lihatlah pada bagian bawah window yang keluar.

WordOptions
Office Button - Word Options
  • Kemudian pada window 'Word Options' masuk ke bagian 'Advanced', scroll ke bawah dan anda akan mendapatkan 'Show measurements in units of', ubahlah ke dalam satuan yang anda kehendaki.
Advanced
Advanced
Showmeasurementsinunitsof
Ubah Satuan
  • Kemudian klik 'OK'.
Satuan default anda akan berubah sesuai yang anda pilih, dalam hal ini saya menyarankan menggunakan centimeter. Sekarang anda tidak perlu bingung-bingung lagi dalam mengerjakan laporan atau segala macamnya tanpa harus konversi lagi.

Saturday, July 29, 2017

Cara membuat kalkulator sederhana menggunakan Notepad++

Cara membuat kalkulator sederhana menggunakan Notepad++ - saya akan memberikan atau share bagaimana caranya untuk membuat kalkulator sederhana dengan menggunakan Notepad++ atau dengan bahasa pemrograman HTML. Kali ini saya akan bagikan lagi contoh program kalkulator sederhana lainnya. Cara membuatnya cukup mudah dan anda tidak usah repot-repot memutar otak untuk merangkai kode demi kode. Selain sederhana program kalkulator ini dapat Anda edit sesuai dengan keinginan Anda. Untuk membuatnya anda hanya perlu membuka program notepad++ di komputer Anda dan mengcopy paste kode di bawah ini pada notepad. Kemudian Simpan file dalam format html, caranya dibagian save as type diganti ke allfiles kemudian tambahkan .html pada nama file contohnya namafile.html, lalu buka file tersebut melalui browser. Berikut source code nya :

code Kalkulator Sederhana :

<html>
<title>Kalkulator Sederhana</title>
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript">
window.defaultStatus="Support by http://urngsundapinter.blogspot.com"
function tambah()
{
a=eval(form.a.value)
b=eval(form.b.value)
c=a+b
form.hasil.value = c
}

function kurang()
{
a=eval(form.a.value)
b=eval(form.b.value)
c=a-b
form.hasil.value=c
}

function kali()
{
a=eval(form.a.value)
b=eval(form.b.value)
c=a*b
form.hasil.value=c
}

function bagi()
{
a=eval(form.a.value)
b=eval(form.b.value)
c=a/b
form.hasil.value = c
}

function pangkat()
{
a=eval(form.a.value)
b=eval(form.b.value)
c=Math.pow(a, b)
form.hasil.value = c
}

function kosong()
{
form.a.focus()
form.a.value=""
form.b.value=""
form.hasil.value=""

}

</SCRIPT>
<body onload=kosong()>
<CENTER>
<font size="5">Kalkulator sederhana</font>
<hr size="5" color="black">
<FORM name="form">
<pre>
Angka 1 <input type="text" name="a">
Angka 2 <input type="text" name="b">
Hasil <input type "text" name="hasil" disabled="true">
</pre>
<input type="button" value=" + " onClick="tambah()">
<input type="button" value=" - " onClick="kurang()">
<input type="button" value=" x " onClick="kali()">
<input type="button" value=" / " onClick="bagi()">
<input type="button" value=" ^ " onClick="pangkat()"><br>
<input type="button" value="Clear " onClick="kosong()">
</br>
<hr size="2" color="black">
Oleh: urang sunda pinter<br>
</FORM>
</CENTER>

</body>
</html>

Hasilnya..... 


Sekian dulu teman-teman, semoga cara pembuatan kalkulator sederhana ini bisa bermanfaat. . :)